Software Lisrel
Pengertian LISREL
LISREL merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis statistik, khususnya dalam pemodelan persamaan struktural atau Structural Equation Modeling (SEM). Nama LISREL berasal dari Linear Structural Relations, yaitu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara berbagai variabel dalam suatu model penelitian.
LISREL banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif karena dapat membantu peneliti menguji hubungan yang kompleks antara variabel. Berbeda dengan analisis statistik sederhana yang biasanya hanya melihat hubungan antara dua atau beberapa variabel secara langsung, LISREL dapat digunakan untuk menganalisis hubungan langsung, hubungan tidak langsung, serta hubungan antarvariabel yang tidak dapat diukur secara langsung.
Dalam penelitian, terdapat variabel yang dapat diukur secara langsung, seperti pendapatan, usia, atau jumlah transaksi. Namun, terdapat pula konsep yang tidak dapat diamati secara langsung, seperti kepuasan, kepercayaan, loyalitas, motivasi, dan kualitas pelayanan. Konsep seperti ini disebut variabel laten. LISREL dapat membantu peneliti menguji variabel laten tersebut melalui beberapa indikator yang dapat diukur.
Dengan demikian, LISREL tidak hanya digunakan untuk menghitung hubungan antarvariabel, tetapi juga untuk menguji apakah model penelitian yang dibuat peneliti sesuai dengan data yang diperoleh.
Sejarah dan Perkembangan LISREL
LISREL dikembangkan oleh Karl G. Jöreskog dan Dag Sörbom sebagai perangkat untuk menganalisis hubungan struktural yang melibatkan variabel teramati dan variabel laten. Perkembangan LISREL berkaitan erat dengan perkembangan metode Structural Equation Modeling (SEM) dalam penelitian sosial, pendidikan, ekonomi, psikologi, manajemen, dan berbagai bidang lainnya.
Pada awal perkembangannya, analisis hubungan antarvariabel sering dilakukan dengan metode statistik yang terpisah-pisah. Kehadiran LISREL memberikan pendekatan yang memungkinkan peneliti menganalisis beberapa hubungan dalam satu model secara lebih terintegrasi.
Seiring perkembangan teknologi, LISREL juga mengalami pengembangan dalam hal pengolahan data, penyusunan model, pengujian model, serta penyajian hasil analisis. Pengguna dapat membangun model dengan bantuan antarmuka grafis maupun sintaks, kemudian menjalankan analisis berdasarkan data penelitian.
Fungsi LISREL
LISREL memiliki beberapa fungsi utama dalam penelitian kuantitatif.
1. Menguji hubungan antarvariabel
LISREL dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu variabel mempunyai hubungan dengan variabel lainnya.
Sebagai contoh, peneliti ingin mengetahui apakah:
Kualitas pelayanan → Kepuasan nasabah
Data yang diperoleh dari responden dapat dianalisis untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut.
2. Menguji pengaruh langsung
LISREL dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain secara langsung.
Contohnya:
Kualitas pelayanan → Kepuasan nasabah
Peneliti dapat melihat apakah kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan nasabah.
3. Menguji pengaruh tidak langsung
LISREL juga dapat digunakan ketika hubungan antarvariabel melibatkan variabel perantara atau variabel mediasi.
Contohnya:
Kualitas pelayanan → Kepercayaan → Loyalitas nasabah
Dalam model tersebut, kepercayaan berperan sebagai variabel perantara. LISREL dapat membantu menguji apakah kualitas pelayanan memengaruhi loyalitas melalui kepercayaan.
4. Menguji variabel laten
Salah satu kegunaan penting LISREL adalah menganalisis variabel yang tidak dapat diukur secara langsung.
Misalnya, kepuasan nasabah tidak dapat diketahui hanya melalui satu angka. Oleh karena itu, kepuasan dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti:
- kepuasan terhadap pelayanan;
- kepuasan terhadap produk;
- kepuasan terhadap kemudahan transaksi;
- kepuasan terhadap informasi yang diberikan.
Beberapa indikator tersebut digunakan untuk merepresentasikan variabel laten kepuasan nasabah.
5. Menguji kesesuaian model
LISREL dapat digunakan untuk mengetahui apakah model penelitian yang dibuat sesuai dengan data empiris.
Hal ini penting karena sebuah model teoritis belum tentu sesuai dengan kondisi nyata yang ditemukan melalui penelitian.
6. Menguji model pengukuran
LISREL dapat digunakan untuk mengetahui apakah indikator yang digunakan benar-benar mampu mengukur variabel yang diteliti.
Misalnya, peneliti mempunyai variabel kepercayaan nasabah dengan beberapa indikator. LISREL dapat membantu melihat apakah indikator tersebut mempunyai hubungan yang memadai dengan variabel kepercayaan.
7. Menguji model struktural
Selain model pengukuran, LISREL digunakan untuk menganalisis model struktural, yaitu hubungan antara variabel dalam model penelitian.
Konsep Dasar dalam LISREL
Untuk memahami LISREL, terdapat beberapa konsep yang perlu diketahui.
1. Variabel teramati
Variabel teramati adalah variabel yang dapat diukur atau diamati secara langsung.
Contohnya:
- usia;
- pendapatan;
- jumlah transaksi;
- lama menjadi nasabah;
- skor jawaban kuesioner.
Dalam diagram SEM, variabel teramati biasanya digambarkan dengan kotak atau persegi panjang.
2. Variabel laten
Variabel laten merupakan variabel yang tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. Variabel ini biasanya diwakili oleh beberapa indikator.
Contohnya:
Kepuasan nasabah
Kepuasan tidak dapat diamati secara langsung sehingga peneliti menggunakan beberapa pertanyaan sebagai indikator.
Misalnya:
- X1 = puas terhadap pelayanan;
- X2 = puas terhadap produk;
- X3 = puas terhadap kemudahan transaksi;
- X4 = puas terhadap informasi.
Variabel laten biasanya digambarkan menggunakan lingkaran atau oval.
3. Variabel eksogen
Variabel eksogen adalah variabel yang berperan sebagai variabel yang memengaruhi variabel lain dalam model dan tidak dijelaskan oleh variabel lain yang berada dalam model tersebut.
Contohnya:
Kualitas pelayanan → Kepuasan
Kualitas pelayanan dapat menjadi variabel eksogen.
4. Variabel endogen
Variabel endogen adalah variabel yang dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain dalam model.
Contohnya:
Kualitas pelayanan → Kepuasan
Kepuasan merupakan variabel endogen karena dipengaruhi oleh kualitas pelayanan.
5. Indikator
Indikator merupakan ukuran yang digunakan untuk merepresentasikan variabel tertentu.
Sebagai contoh, variabel kualitas pelayanan dapat mempunyai indikator:
- keandalan;
- daya tanggap;
- jaminan;
- empati;
- bukti fisik.
Indikator tersebut kemudian digunakan dalam proses pengukuran variabel laten.
6. Konstruk
Konstruk adalah konsep yang digunakan dalam model penelitian dan biasanya bersifat abstrak.
Contohnya:
- kepercayaan;
- kepuasan;
- loyalitas;
- kualitas pelayanan;
- motivasi;
- persepsi.
Konstruk sering kali dioperasionalkan melalui beberapa indikator.
Structural Equation Modeling dalam LISREL
LISREL sangat berkaitan dengan Structural Equation Modeling (SEM).
SEM merupakan metode statistik yang memungkinkan peneliti menganalisis hubungan beberapa variabel dalam satu model. SEM menggabungkan beberapa konsep analisis, terutama analisis faktor dan analisis jalur.
Secara sederhana, SEM dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan:
"Apakah indikator yang digunakan benar-benar mengukur variabel yang dimaksud dan apakah hubungan antarvariabel dalam model penelitian sesuai dengan data?"
Dalam SEM terdapat dua bagian penting, yaitu:
- model pengukuran;
- model struktural.
1. Model Pengukuran
Model pengukuran digunakan untuk melihat hubungan antara variabel laten dan indikatornya.
Contohnya:
Kepuasan Nasabah
diukur menggunakan:
- X1 = kepuasan terhadap pelayanan;
- X2 = kepuasan terhadap produk;
- X3 = kepuasan terhadap kemudahan;
- X4 = kepuasan terhadap informasi.
Model pengukuran membantu menjawab pertanyaan:
Apakah indikator X1, X2, X3, dan X4 benar-benar dapat digunakan untuk mengukur kepuasan nasabah?
2. Model Struktural
Model struktural digunakan untuk melihat hubungan antara variabel laten.
Contohnya:
Kualitas Pelayanan → Kepuasan → Loyalitas
Model tersebut menunjukkan bahwa peneliti ingin mengetahui hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan dan hubungan kepuasan terhadap loyalitas.
Model struktural dapat dibuat lebih kompleks, misalnya:
Kualitas Pelayanan → Kepercayaan → Kepuasan → Loyalitas
Dengan LISREL, hubungan tersebut dapat dianalisis dalam satu model.
Diagram dalam LISREL
Salah satu kelebihan LISREL adalah kemampuannya dalam menampilkan model penelitian dalam bentuk diagram.
Contoh sederhana:
X1 ─────┐X2 ─────┤X3 ─────┤ → Kualitas Pelayanan ───→ Kepuasan ───→ LoyalitasX4 ─────┘
Dalam diagram SEM yang lebih lengkap, setiap variabel laten dapat mempunyai beberapa indikator dan hubungan antarvariabel dapat ditunjukkan menggunakan tanda panah.
Diagram tersebut membantu peneliti melihat struktur model sebelum melakukan analisis.
Data yang Dapat Digunakan dalam LISREL
LISREL dapat digunakan untuk menganalisis data penelitian kuantitatif, terutama data yang diperoleh melalui kuesioner.
Contohnya, seorang mahasiswa melakukan penelitian mengenai:
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan dan loyalitas nasabah bank syariah.
Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 150 responden.
Setiap variabel mempunyai beberapa indikator:
Kualitas pelayanan
- X1
- X2
- X3
- X4
Kepuasan
- Y1
- Y2
- Y3
Loyalitas
- Z1
- Z2
- Z3
Data jawaban responden kemudian dimasukkan ke dalam perangkat lunak untuk dianalisis.
Tahapan Penggunaan LISREL
Secara umum, penggunaan LISREL dalam penelitian dapat dilakukan melalui beberapa tahap berikut.
Tahap 1: Menentukan masalah penelitian
Peneliti terlebih dahulu menentukan masalah yang ingin diteliti.
Contohnya:
Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas nasabah bank syariah?
Tahap 2: Menentukan variabel penelitian
Peneliti menentukan variabel yang akan digunakan.
Contohnya:
- X = kualitas pelayanan;
- Y = kepuasan;
- Z = loyalitas.
Tahap 3: Menentukan indikator
Setiap variabel laten perlu mempunyai indikator yang sesuai dengan teori dan penelitian terdahulu.
Contohnya:
Kualitas pelayanan
- keandalan;
- daya tanggap;
- jaminan;
- empati;
- bukti fisik.
Tahap 4: Membuat hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara yang akan diuji melalui data.
Contohnya:
H1: Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan nasabah.
H2: Kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah.
H3: Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah.
Tahap 5: Mengumpulkan data
Data dikumpulkan dari responden sesuai dengan karakteristik populasi penelitian.
Misalnya penelitian ditujukan kepada nasabah bank syariah sehingga responden yang digunakan harus sesuai dengan kriteria penelitian.
Tahap 6: Memasukkan data
Data penelitian dimasukkan ke dalam perangkat lunak sesuai dengan format yang diperlukan.
Data harus diperiksa terlebih dahulu agar tidak terdapat kesalahan input.
Tahap 7: Membuat model penelitian
Peneliti membuat model berdasarkan teori dan hipotesis.
Contohnya:
Kualitas Pelayanan↓Kepuasan↓Loyalitas
Jika terdapat hubungan langsung, jalur tersebut juga dapat dimasukkan ke dalam model.
Tahap 8: Menjalankan analisis
Setelah data dan model siap, analisis dilakukan menggunakan LISREL.
Perangkat lunak kemudian menghasilkan berbagai informasi statistik yang dapat digunakan untuk mengevaluasi model dan menguji hubungan antarvariabel.
Tahap 9: Mengevaluasi model
Peneliti melihat berbagai ukuran kesesuaian model (goodness of fit), validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel.
Tahap 10: Menginterpretasikan hasil
Hasil statistik tidak cukup hanya ditampilkan dalam bentuk angka. Peneliti perlu menjelaskan arti angka tersebut berdasarkan teori dan konteks penelitian.
Uji Kesesuaian Model dalam LISREL
Salah satu bagian penting dalam SEM adalah uji kesesuaian model atau goodness of fit.
Uji ini digunakan untuk melihat sejauh mana model yang dibuat sesuai dengan data penelitian.
Beberapa ukuran yang sering digunakan antara lain:
1. Chi-Square
Chi-Square digunakan untuk menguji perbedaan antara matriks kovarians yang dihasilkan model dengan matriks kovarians data.
Nilai Chi-Square yang lebih kecil umumnya menunjukkan perbedaan yang lebih kecil antara model dan data. Namun, ukuran ini sensitif terhadap jumlah sampel sehingga tidak sebaiknya digunakan sendirian.
2. RMSEA
Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) digunakan untuk melihat tingkat kesalahan pendekatan model terhadap populasi.
Semakin kecil nilai RMSEA, semakin kecil tingkat kesalahan pendekatan model.
3. GFI
Goodness of Fit Index (GFI) menggambarkan tingkat kesesuaian model dengan data.
4. AGFI
Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) merupakan pengembangan GFI yang mempertimbangkan kompleksitas model.
5. CFI
Comparative Fit Index (CFI) membandingkan model yang diuji dengan model pembanding.
6. TLI
Tucker-Lewis Index (TLI) merupakan ukuran kesesuaian model yang mempertimbangkan kompleksitas model.
7. SRMR
Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) menunjukkan rata-rata perbedaan antara korelasi yang diamati dengan korelasi yang diprediksi oleh model.
Catatan: Nilai batas atau cut-off untuk ukuran goodness of fit tidak sebaiknya diperlakukan sebagai aturan mutlak. Penilaian model perlu mempertimbangkan teori, ukuran sampel, kompleksitas model, kualitas data, dan beberapa ukuran kesesuaian secara bersama-sama.
Kelebihan LISREL
LISREL memiliki beberapa kelebihan dalam penelitian.
1. Dapat menganalisis model yang kompleks
LISREL dapat digunakan ketika penelitian mempunyai banyak variabel dan hubungan antarvariabel.
2. Dapat menganalisis variabel laten
Hal ini menjadi salah satu kegunaan utama LISREL karena banyak konsep dalam penelitian sosial tidak dapat diukur secara langsung.
3. Menggabungkan model pengukuran dan struktural
Peneliti dapat menguji indikator sekaligus hubungan antarvariabel dalam satu kerangka SEM.
4. Mendukung analisis hubungan langsung dan tidak langsung
LISREL dapat digunakan untuk menganalisis hubungan yang melibatkan variabel perantara.
5. Menyediakan berbagai hasil statistik
Hasil analisis dapat digunakan untuk mengevaluasi model, indikator, dan hubungan antarvariabel.
6. Dapat digunakan dalam berbagai bidang penelitian
LISREL dapat digunakan dalam bidang:
- ekonomi;
- perbankan;
- manajemen;
- pemasaran;
- pendidikan;
- psikologi;
- ilmu sosial;
- kesehatan;
- penelitian organisasi.
Kekurangan LISREL
Meskipun memiliki banyak fungsi, LISREL juga mempunyai beberapa keterbatasan.
1. Memerlukan pemahaman statistik
Pengguna perlu memahami konsep dasar statistik dan SEM agar tidak salah dalam membaca hasil analisis.
2. Model yang kompleks membutuhkan ketelitian
Semakin banyak variabel dan indikator yang digunakan, semakin besar kebutuhan terhadap ketelitian dalam menyusun model.
3. Tidak cukup hanya mengandalkan hasil perangkat lunak
LISREL hanya membantu proses analisis. Peneliti tetap harus menentukan teori, variabel, indikator, hipotesis, dan interpretasi berdasarkan dasar ilmiah.
4. Kualitas hasil bergantung pada kualitas data
Data yang tidak baik, seperti banyak kesalahan pengisian atau karakteristik responden yang tidak sesuai, dapat memengaruhi hasil penelitian.
5. Membutuhkan pemahaman terhadap asumsi dan prosedur analisis
Peneliti harus memahami karakteristik data, metode estimasi, identifikasi model, serta berbagai aspek teknis SEM.
LISREL dalam Penelitian Perbankan Syariah
LISREL dapat digunakan dalam penelitian perbankan syariah, terutama ketika penelitian melibatkan beberapa variabel laten.
Contohnya:
Judul penelitian
"Pengaruh Kualitas Pelayanan Syariah terhadap Kepuasan dan Loyalitas Nasabah Bank Syariah."
Variabel penelitian:
X = Kualitas Pelayanan Syariah
Indikator:
- pelayanan sesuai prinsip syariah;
- keandalan;
- daya tanggap;
- jaminan;
- empati.
Y = Kepuasan Nasabah
Indikator:
- kepuasan terhadap pelayanan;
- kepuasan terhadap produk;
- kepuasan terhadap fasilitas.
Z = Loyalitas Nasabah
Indikator:
- keinginan menggunakan kembali;
- keinginan mempertahankan hubungan;
- kesediaan merekomendasikan.
Modelnya:
Kualitas Pelayanan Syariah↓Kepuasan↓Loyalitas
Peneliti kemudian dapat menguji apakah kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan, apakah kepuasan berhubungan dengan loyalitas, dan apakah terdapat hubungan langsung maupun tidak langsung dalam model tersebut.
LISREL untuk Analisis Mediasi
LISREL juga dapat digunakan untuk menganalisis mediasi.
Misalnya:
Kualitas Pelayanan → Kepuasan → Loyalitas
Dalam model tersebut:
- kualitas pelayanan = variabel independen;
- kepuasan = variabel mediator;
- loyalitas = variabel dependen.
Peneliti dapat melihat apakah pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas berlangsung melalui kepuasan.
Hal ini memberikan informasi yang lebih lengkap dibandingkan hanya melihat hubungan langsung antara kualitas pelayanan dan loyalitas.
LISREL untuk Analisis Konfirmatori
LISREL juga dapat digunakan dalam Confirmatory Factor Analysis (CFA).
CFA digunakan ketika peneliti sudah mempunyai dasar teori mengenai struktur suatu konstruk dan ingin menguji apakah data mendukung struktur tersebut.
Misalnya berdasarkan teori, kualitas pelayanan terdiri atas beberapa dimensi tertentu. Peneliti kemudian menggunakan data responden untuk menguji apakah indikator-indikator yang digunakan memang merepresentasikan konstruk tersebut.
Dengan demikian, CFA lebih bersifat konfirmatori, yaitu menguji struktur yang telah dirumuskan berdasarkan teori.
Contoh Sederhana Hasil LISREL
Misalnya hasil penelitian menunjukkan:
- hubungan kualitas pelayanan → kepuasan = 0,65;
- hubungan kepuasan → loyalitas = 0,72.
Angka tersebut merupakan koefisien jalur yang menunjukkan arah dan besarnya hubungan dalam model.
Jika hasil pengujian statistik menunjukkan hubungan tersebut signifikan, peneliti dapat menjelaskan bahwa berdasarkan data penelitian terdapat hubungan yang signifikan sesuai arah koefisien tersebut.
Namun, peneliti tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa hubungan tersebut berlaku untuk seluruh populasi tanpa mempertimbangkan desain penelitian, sampel, metode pengambilan data, dan batasan penelitian.
Perbedaan LISREL dengan Analisis Regresi Biasa
LISREL dan regresi sama-sama dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antarvariabel, tetapi penggunaannya berbeda.
Regresi sederhana biasanya digunakan untuk melihat hubungan atau pengaruh antara variabel yang telah diukur secara langsung.
Sementara itu, LISREL dapat digunakan untuk model yang lebih kompleks dan melibatkan variabel laten serta indikatornya.
Contohnya:
Regresi:
Kualitas pelayanan → Kepuasan
Sedangkan dalam SEM menggunakan LISREL:
Indikator kualitas pelayanan → Kualitas pelayanan → Kepuasan → Loyalitas
Dengan demikian, LISREL dapat memberikan kerangka analisis yang lebih menyeluruh ketika penelitian memiliki model teoritis yang kompleks.
Perbedaan LISREL dengan SPSS
SPSS merupakan perangkat lunak statistik yang banyak digunakan untuk berbagai analisis, seperti:
- statistik deskriptif;
- uji normalitas;
- uji validitas;
- uji reliabilitas;
- korelasi;
- regresi;
- uji t;
- ANOVA.
Sementara itu, LISREL lebih dikenal dalam analisis model persamaan struktural dan pemodelan variabel laten.
Keduanya dapat digunakan secara bersama-sama dalam penelitian. Misalnya, SPSS digunakan untuk pengolahan atau pemeriksaan awal data, sedangkan LISREL digunakan untuk analisis SEM.
Kapan LISREL Digunakan?
LISREL cocok digunakan ketika penelitian mempunyai karakteristik seperti:
- menggunakan pendekatan kuantitatif;
- mempunyai model teoritis yang jelas;
- melibatkan beberapa variabel;
- mempunyai variabel laten;
- setiap variabel laten mempunyai beberapa indikator;
- ingin menguji hubungan langsung dan tidak langsung;
- ingin mengevaluasi kesesuaian model dengan data.
Sebaliknya, jika penelitian hanya membutuhkan analisis sederhana, penggunaan SEM dengan LISREL dapat menjadi tidak diperlukan.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan LISREL
Agar penggunaan LISREL dalam penelitian tidak sekadar menghasilkan angka, peneliti perlu memperhatikan beberapa hal.
1. Dasar teori
Model penelitian harus mempunyai dasar teori yang jelas. Jangan membuat hubungan antarvariabel hanya karena perangkat lunak memungkinkan hubungan tersebut dibuat.
2. Kualitas indikator
Indikator harus sesuai dengan konstruk yang diukur.
3. Ukuran sampel
Jumlah sampel harus dipertimbangkan berdasarkan kompleksitas model, metode estimasi, dan karakteristik data.
4. Kualitas data
Data harus diperiksa sebelum digunakan dalam analisis.
5. Identifikasi model
Model SEM harus dapat diidentifikasi agar parameter yang ingin diestimasi dapat diperoleh secara layak.
6. Interpretasi hasil
Peneliti perlu memahami arti setiap angka yang dihasilkan dan tidak hanya menyalin hasil dari perangkat lunak.
Kesimpulan
LISREL (Linear Structural Relations) merupakan perangkat lunak statistik yang banyak digunakan untuk analisis Structural Equation Modeling (SEM). LISREL dapat membantu peneliti menganalisis hubungan antara variabel teramati dan variabel laten, menguji model pengukuran, menguji model struktural, menganalisis hubungan langsung maupun tidak langsung, serta mengevaluasi kesesuaian model dengan data penelitian.
Penggunaan LISREL sangat relevan untuk penelitian yang mempunyai model kompleks, seperti penelitian di bidang perbankan syariah, ekonomi, manajemen, pemasaran, pendidikan, dan ilmu sosial. Meskipun demikian, penggunaan LISREL tetap membutuhkan pemahaman terhadap teori, metode penelitian, statistik, karakteristik data, dan interpretasi hasil. Perangkat lunak hanya menjadi alat bantu, sedangkan kualitas penelitian tetap bergantung pada ketepatan perumusan masalah, teori, data, metode, serta interpretasi peneliti.
Komentar
Posting Komentar