Software Tableau


Pengertian Tableau

Tableau adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data dalam bentuk grafik, diagram, peta, tabel interaktif, serta dashboard. Tableau membantu pengguna memahami data yang jumlahnya besar atau kompleks dengan menyajikannya dalam bentuk visual yang lebih mudah dibaca.

Dalam kegiatan penelitian maupun pekerjaan, data sering kali terdiri atas banyak angka, kategori, waktu, lokasi, dan berbagai variabel lainnya. Jika data tersebut hanya disajikan dalam bentuk angka atau tabel, pengguna terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pola atau perubahan yang terjadi. Tableau membantu mengubah data tersebut menjadi visualisasi sehingga pola, hubungan, perkembangan, dan perbedaan dalam data dapat terlihat dengan lebih jelas.

Tableau banyak digunakan dalam bidang bisnis, keuangan, perbankan, pendidikan, pemerintahan, pemasaran, penelitian, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya.

Secara sederhana, Tableau dapat dipahami sebagai perangkat yang membantu menjawab pertanyaan seperti:

  • Bagaimana perkembangan suatu data dari waktu ke waktu?
  • Kategori mana yang memiliki nilai paling tinggi?
  • Di wilayah mana suatu fenomena paling banyak terjadi?
  • Apakah terdapat hubungan antara dua variabel?
  • Bagaimana perubahan suatu indikator dalam beberapa periode?
  • Faktor atau kelompok mana yang memiliki perbedaan paling besar?
  • Bagaimana data yang sangat banyak dapat diringkas menjadi informasi yang mudah dipahami?

Dengan visualisasi tersebut, data tidak hanya menjadi kumpulan angka, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami kondisi dan mengambil keputusan.

Sejarah dan Perkembangan Tableau

Tableau dikembangkan oleh perusahaan Tableau Software. Perkembangan Tableau berkaitan dengan kebutuhan untuk membuat analisis data menjadi lebih mudah dilakukan oleh pengguna yang tidak selalu memiliki kemampuan pemrograman atau statistik yang mendalam.

Tableau mulai dikembangkan pada awal tahun 2000-an. Teknologi tersebut berangkat dari penelitian mengenai visualisasi data yang dilakukan di Stanford University. Salah satu tujuan pengembangannya adalah menciptakan cara yang lebih mudah bagi pengguna untuk melakukan analisis data melalui antarmuka visual.

Tableau kemudian berkembang menjadi salah satu perangkat lunak yang banyak digunakan dalam bidang business intelligence atau kecerdasan bisnis. Pengguna dapat menghubungkan Tableau dengan berbagai sumber data dan membuat visualisasi dengan metode seret dan lepas atau drag and drop.

Perkembangan Tableau juga mencakup kemampuan analisis data yang semakin luas, penggunaan layanan berbasis awan, kolaborasi, serta integrasi dengan berbagai sumber data.

Saat ini, Tableau menjadi bagian dari Salesforce setelah Salesforce mengakuisisi Tableau pada tahun 2019. Integrasi tersebut memperluas penggunaan Tableau dalam ekosistem analisis data dan business intelligence.

Tujuan Penggunaan Tableau

Penggunaan Tableau pada dasarnya bertujuan untuk membantu pengguna memahami data dengan lebih cepat melalui visualisasi.

Beberapa tujuan penggunaan Tableau adalah:

1. Mempermudah pemahaman data

Data dalam jumlah besar akan lebih mudah dipahami ketika disajikan dalam bentuk grafik atau visualisasi.

Misalnya, data pendapatan perusahaan selama lima tahun akan lebih mudah dipahami melalui grafik garis dibandingkan jika hanya disajikan dalam daftar angka.

2. Menemukan pola dalam data

Visualisasi dapat membantu pengguna menemukan pola tertentu yang mungkin sulit terlihat jika hanya menggunakan data mentah.

Contohnya, pengguna dapat melihat bahwa jumlah transaksi meningkat setiap akhir bulan atau mengalami penurunan pada periode tertentu.

3. Mengetahui perubahan dari waktu ke waktu

Tableau dapat digunakan untuk membuat visualisasi berdasarkan waktu, misalnya harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.

4. Membandingkan data

Pengguna dapat membandingkan beberapa kategori, wilayah, produk, cabang, atau periode.

5. Membantu proses pengambilan keputusan

Data yang telah divisualisasikan dapat memberikan informasi yang lebih mudah dipahami sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

6. Menyajikan laporan secara interaktif

Berbeda dengan laporan statis, dashboard Tableau memungkinkan pengguna berinteraksi dengan data melalui filter, pilihan kategori, periode waktu, atau wilayah tertentu.

Fungsi Utama Tableau

Tableau memiliki berbagai fungsi dalam pengolahan dan analisis data.

1. Menghubungkan data

Tableau dapat digunakan untuk mengambil data dari berbagai sumber. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat visualisasi.

2. Mengolah data

Data yang diperoleh terkadang belum siap digunakan. Tableau menyediakan kemampuan untuk melakukan penggabungan, penyaringan, pengelompokan, dan pengaturan data.

3. Membuat visualisasi

Fungsi utama Tableau adalah mengubah data menjadi berbagai bentuk visualisasi.

4. Melakukan analisis

Tableau dapat membantu pengguna melihat hubungan, tren, distribusi, perbandingan, dan pola dalam data.

5. Membuat dashboard

Beberapa visualisasi dapat digabungkan dalam satu dashboard sehingga pengguna dapat melihat berbagai informasi dalam satu tampilan.

6. Membuat laporan interaktif

Pengguna dapat menggunakan filter dan berbagai fitur interaktif sehingga laporan dapat disesuaikan dengan kebutuhan analisis.

Jenis Data yang Dapat Digunakan Tableau

Tableau dapat bekerja dengan berbagai jenis data. Data tersebut dapat berasal dari file maupun sistem basis data.

Beberapa sumber data yang dapat digunakan antara lain:

  • Microsoft Excel
  • CSV
  • Text file
  • Database SQL
  • MySQL
  • PostgreSQL
  • Microsoft SQL Server
  • Oracle
  • Google Sheets
  • Data warehouse
  • Layanan berbasis awan
  • Berbagai sumber data lainnya yang didukung Tableau

Dalam penelitian mahasiswa, sumber data yang paling sederhana biasanya berupa Excel atau CSV.

Misalnya, mahasiswa memiliki data penelitian seperti:

  • tahun penelitian
  • jumlah responden
  • jenis kelamin
  • usia
  • pendapatan
  • tingkat kepuasan
  • jenis produk
  • jumlah transaksi

Data tersebut dapat dimasukkan ke Tableau untuk kemudian dianalisis secara visual.

Struktur Data dalam Tableau

Sebelum menggunakan Tableau, pengguna perlu memahami beberapa istilah dasar yang digunakan.

Data Source

Data source merupakan sumber data yang digunakan dalam Tableau.

Sumber tersebut dapat berupa file Excel, CSV, database, dan sumber lainnya.

Dimension

Dimension adalah data yang biasanya digunakan untuk menjelaskan kategori atau karakteristik suatu data.

Contohnya:

  • nama produk
  • nama wilayah
  • jenis kelamin
  • tahun
  • kategori nasabah
  • jenis transaksi

Dimension biasanya digunakan untuk mengelompokkan data.

Measure

Measure merupakan data yang umumnya berbentuk angka dan dapat dihitung atau diukur.

Contohnya:

  • pendapatan
  • jumlah transaksi
  • laba
  • jumlah nasabah
  • nilai penjualan
  • saldo

Measure dapat digunakan untuk menghitung jumlah, rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, dan berbagai ukuran lainnya.

Worksheet

Worksheet adalah lembar kerja yang digunakan untuk membuat satu visualisasi.

Misalnya, pengguna membuat grafik penjualan bulanan pada satu worksheet.

Dashboard

Dashboard merupakan kumpulan beberapa worksheet atau visualisasi yang disusun dalam satu tampilan.

Misalnya, sebuah dashboard keuangan dapat berisi:

  • grafik pendapatan
  • grafik laba
  • jumlah transaksi
  • perkembangan nasabah
  • grafik berdasarkan wilayah

Story

Story digunakan untuk menyusun beberapa visualisasi atau dashboard dalam urutan tertentu sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan suatu analisis secara bertahap.

Jenis-Jenis Visualisasi dalam Tableau

Tableau menyediakan banyak pilihan visualisasi. Jenis visualisasi yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan analisis.

1. Bar Chart

Bar chart atau diagram batang digunakan untuk membandingkan nilai antar kategori.

Contohnya membandingkan jumlah transaksi berdasarkan jenis produk.

Jika terdapat lima produk, pengguna dapat melihat produk mana yang memiliki transaksi paling banyak dan paling sedikit.

2. Line Chart

Line chart atau diagram garis digunakan untuk melihat perubahan data dari waktu ke waktu.

Contohnya:

  • perkembangan laba bulanan
  • pertumbuhan jumlah nasabah
  • perubahan harga saham
  • perkembangan pembiayaan
  • pertumbuhan penjualan

3. Pie Chart

Pie chart atau diagram lingkaran digunakan untuk menunjukkan proporsi atau komposisi.

Misalnya, data menunjukkan komposisi nasabah berdasarkan jenis produk.

Namun, pie chart sebaiknya tidak digunakan untuk terlalu banyak kategori karena dapat menyulitkan pembaca dalam membandingkan bagian-bagiannya.

4. Scatter Plot

Scatter plot digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel.

Contohnya dalam penelitian:

  • pendapatan dan jumlah tabungan
  • usia dan penggunaan produk
  • biaya pemasaran dan penjualan

Scatter plot dapat membantu melihat apakah terdapat pola hubungan antara kedua variabel tersebut.

5. Histogram

Histogram digunakan untuk melihat distribusi suatu data numerik.

Contohnya melihat distribusi pendapatan responden.

6. Map

Tableau dapat membuat visualisasi berdasarkan lokasi atau wilayah.

Contohnya:

  • jumlah nasabah berdasarkan provinsi
  • penjualan berdasarkan kota
  • jumlah cabang berdasarkan wilayah
  • persebaran pembiayaan

7. Text Table

Text table menampilkan data dalam bentuk teks atau angka.

Walaupun Tableau terkenal dengan visualisasi, tabel tetap dapat digunakan apabila angka secara langsung lebih mudah dipahami.

8. Area Chart

Area chart dapat digunakan untuk melihat perkembangan data dari waktu ke waktu sekaligus menunjukkan besarnya nilai.

9. Box Plot

Box plot digunakan untuk melihat distribusi data, median, rentang data, dan kemungkinan adanya pencilan atau outlier.

Visualisasi ini cukup berguna dalam penelitian kuantitatif.

Dashboard dalam Tableau

Dashboard merupakan salah satu fitur penting dalam Tableau.

Dashboard menggabungkan beberapa visualisasi dalam satu halaman sehingga pengguna dapat melihat informasi dari berbagai sudut pandang.

Sebagai contoh, sebuah dashboard perbankan dapat terdiri atas:

  1. jumlah nasabah
  2. total pembiayaan
  3. total dana pihak ketiga
  4. grafik perkembangan pembiayaan
  5. grafik jumlah transaksi
  6. grafik berdasarkan jenis produk
  7. filter tahun
  8. filter wilayah

Dengan demikian, pengguna tidak harus membuka setiap grafik secara terpisah.

Filter dalam Tableau

Filter digunakan untuk menampilkan bagian tertentu dari data.

Misalnya terdapat data transaksi selama tahun 2020 sampai 2025. Pengguna dapat menggunakan filter untuk hanya menampilkan data tahun 2025.

Filter juga dapat digunakan berdasarkan:

  • wilayah
  • produk
  • tahun
  • bulan
  • kategori nasabah
  • jenis transaksi
  • cabang

Penggunaan filter membuat dashboard menjadi lebih interaktif.

Konsep Interaktivitas Tableau

Salah satu keunggulan Tableau adalah kemampuan membuat visualisasi interaktif.

Misalnya terdapat grafik jumlah transaksi berdasarkan provinsi. Ketika pengguna memilih salah satu provinsi, visualisasi lain dalam dashboard dapat ikut menampilkan data yang berkaitan dengan provinsi tersebut.

Dengan demikian, pengguna tidak hanya melihat laporan, tetapi dapat mengeksplorasi data sesuai kebutuhan.

Tableau untuk Business Intelligence

Tableau banyak digunakan dalam business intelligence atau kecerdasan bisnis.

Business intelligence merupakan proses menggunakan data untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu organisasi memahami kondisi bisnis.

Contohnya, perusahaan dapat menggunakan Tableau untuk melihat:

  • penjualan
  • pendapatan
  • laba
  • biaya
  • pelanggan
  • kinerja cabang
  • produk
  • wilayah penjualan

Data tersebut dapat ditampilkan dalam dashboard sehingga pihak manajemen dapat melihat kondisi perusahaan dengan lebih mudah.

Tableau dalam Bidang Keuangan

Tableau dapat digunakan untuk menganalisis berbagai data keuangan.

Contohnya:

Analisis pendapatan

Data pendapatan dapat ditampilkan berdasarkan bulan, tahun, produk, atau wilayah.

Analisis laba

Perusahaan dapat melihat perkembangan laba dan membandingkannya antarperiode.

Analisis biaya

Biaya dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya sehingga pengguna dapat mengetahui komponen biaya yang besar.

Analisis arus kas

Data arus kas dapat divisualisasikan untuk melihat perubahan kas masuk dan kas keluar.

Analisis investasi

Tableau dapat digunakan untuk memvisualisasikan harga saham, return, volume transaksi, atau perkembangan portofolio.

Tableau dalam Perbankan Syariah

Tableau juga dapat diterapkan dalam bidang perbankan syariah.

Misalnya, mahasiswa Perbankan Syariah dapat menggunakan Tableau untuk menganalisis perkembangan pembiayaan bank syariah.

Data yang digunakan dapat mencakup:

  • pembiayaan murabahah
  • pembiayaan mudharabah
  • pembiayaan musyarakah
  • pembiayaan ijarah
  • jumlah nasabah
  • total aset
  • dana pihak ketiga
  • laba bersih
  • non-performing financing
  • rasio keuangan

Sebagai contoh, data pembiayaan bank syariah selama 2021–2025 dapat dibuat menjadi grafik garis. Dari visualisasi tersebut dapat terlihat bagaimana perkembangan pembiayaan dari tahun ke tahun.

Data juga dapat dipisahkan berdasarkan akad. Dengan demikian, pengguna dapat melihat akad pembiayaan mana yang memiliki jumlah pembiayaan lebih besar.

Tableau dalam Penelitian

Tableau dapat digunakan dalam penelitian, terutama ketika peneliti memiliki data dalam jumlah cukup banyak dan membutuhkan visualisasi.

Misalnya penelitian mengenai:

“Analisis perkembangan pembiayaan bank syariah di Indonesia.”

Data yang dikumpulkan dapat berupa:

  • tahun
  • nama bank
  • total pembiayaan
  • murabahah
  • mudharabah
  • musyarakah
  • ijarah

Data tersebut kemudian dapat dimasukkan ke Tableau.

Peneliti dapat membuat grafik perkembangan pembiayaan, perbandingan antarbank, dan komposisi akad pembiayaan.

Tableau untuk Analisis Saham

Tableau juga dapat digunakan dalam analisis data pasar modal.

Misalnya data saham terdiri atas:

  • harga pembukaan
  • harga tertinggi
  • harga terendah
  • harga penutupan
  • volume perdagangan
  • EPS
  • PER
  • PBV
  • dividend yield

Data tersebut dapat divisualisasikan untuk melihat perubahan harga atau perbandingan indikator antarperusahaan.

Contohnya, grafik garis dapat digunakan untuk melihat perubahan harga saham dari waktu ke waktu.

Tableau dalam Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Tableau dapat digunakan untuk menganalisis:

  • jumlah mahasiswa
  • nilai mahasiswa
  • tingkat kelulusan
  • kehadiran
  • IPK
  • jumlah mahasiswa berdasarkan program studi
  • perkembangan jumlah mahasiswa setiap tahun

Dosen atau pihak perguruan tinggi dapat menggunakan dashboard untuk melihat kondisi akademik secara lebih mudah.

Tableau dalam Pemasaran

Dalam bidang pemasaran, Tableau dapat digunakan untuk menganalisis:

  • jumlah pelanggan
  • penjualan
  • produk yang paling banyak dibeli
  • wilayah pelanggan
  • efektivitas promosi
  • perkembangan penjualan
  • perilaku konsumen

Misalnya, sebuah perusahaan ingin mengetahui produk yang paling banyak terjual. Data dapat divisualisasikan dalam diagram batang sehingga perbedaan antarproduk dapat terlihat.

Tableau dalam Analisis Data Sosial

Tableau juga dapat digunakan untuk data sosial.

Contohnya:

  • jumlah penduduk
  • tingkat kemiskinan
  • tingkat pengangguran
  • pendidikan
  • pendapatan
  • persebaran penduduk
  • kondisi sosial berdasarkan wilayah

Data tersebut dapat divisualisasikan dalam bentuk peta atau grafik.

Tahapan Menggunakan Tableau

Secara umum, penggunaan Tableau dapat dilakukan melalui beberapa tahap.

1. Menentukan tujuan analisis

Sebelum memasukkan data, tentukan terlebih dahulu pertanyaan yang ingin dijawab.

Misalnya:

“Bagaimana perkembangan pembiayaan bank syariah selama lima tahun?”

Pertanyaan tersebut akan menentukan jenis data dan visualisasi yang diperlukan.

2. Menyiapkan data

Pastikan data sudah tersusun dengan baik.

Contohnya:

TahunPembiayaan
2021100
2022120
2023135
2024150
2025170

Dalam penggunaan sebenarnya, data tersebut dapat berasal dari Excel atau sumber lainnya.

3. Menghubungkan Tableau dengan data

Setelah data tersedia, pengguna membuka Tableau kemudian memilih sumber data yang sesuai.

Jika menggunakan Excel, pengguna dapat memilih file Excel yang telah disiapkan.

4. Memeriksa data

Setelah data masuk, periksa apakah nama kolom, jenis data, dan struktur data sudah benar.

Kesalahan pada tahap ini dapat menyebabkan visualisasi tidak sesuai.

5. Membuat worksheet

Pengguna kemudian membuat worksheet untuk menghasilkan visualisasi.

Data dapat dipilih dan ditempatkan pada bagian yang sesuai untuk menghasilkan grafik.

6. Memilih jenis visualisasi

Pilih grafik berdasarkan tujuan analisis.

Jika ingin melihat perkembangan dari waktu ke waktu, diagram garis dapat digunakan.

Jika ingin membandingkan kategori, diagram batang dapat digunakan.

Jika ingin melihat hubungan dua variabel, scatter plot dapat digunakan.

7. Menambahkan filter

Filter dapat ditambahkan agar pengguna dapat memilih data tertentu.

8. Membuat dashboard

Beberapa worksheet yang telah dibuat dapat digabungkan menjadi dashboard.

9. Mengatur tampilan

Atur ukuran, posisi grafik, judul, keterangan, dan elemen lainnya agar dashboard mudah dibaca.

10. Melakukan interpretasi

Setelah dashboard selesai, jangan hanya melihat tampilannya. Data harus diinterpretasikan.

Misalnya:

“Berdasarkan visualisasi, pembiayaan mengalami peningkatan dari tahun 2021 hingga 2025. Peningkatan terbesar terjadi pada periode 2024–2025.”

Interpretasi seperti ini membuat visualisasi memiliki makna analitis.

Contoh Sederhana Penggunaan Tableau

Misalnya seorang mahasiswa memiliki data pembiayaan bank syariah:

  • 2021 = Rp100 miliar
  • 2022 = Rp120 miliar
  • 2023 = Rp135 miliar
  • 2024 = Rp150 miliar
  • 2025 = Rp170 miliar

Jika ingin melihat perkembangan pembiayaan, mahasiswa dapat menggunakan line chart.

Sumbu horizontal menunjukkan tahun, sedangkan sumbu vertikal menunjukkan jumlah pembiayaan.

Dari grafik tersebut dapat terlihat bahwa pembiayaan mengalami peningkatan setiap tahun.

Jika ingin membandingkan pembiayaan berdasarkan akad, mahasiswa dapat menggunakan bar chart.

Misalnya terdapat pembiayaan:

  • Murabahah
  • Mudharabah
  • Musyarakah
  • Ijarah

Setiap akad dapat ditampilkan sebagai kategori yang berbeda sehingga jumlah pembiayaannya dapat dibandingkan.

Tableau dan Data Cleaning

Data yang digunakan dalam analisis tidak selalu langsung siap digunakan. Terkadang terdapat data kosong, format yang tidak konsisten, kesalahan penulisan, atau duplikasi.

Oleh karena itu, proses data cleaning atau pembersihan data penting dilakukan sebelum analisis.

Contohnya, dalam data wilayah terdapat:

“Malang”

“malang”

“Kota Malang”

Ketiga penulisan tersebut dapat dianggap sebagai kategori berbeda jika tidak diseragamkan.

Data perlu dibersihkan agar hasil visualisasi tidak keliru.

Tableau dan Calculated Field

Tableau memiliki fitur calculated field yang memungkinkan pengguna membuat variabel atau perhitungan baru berdasarkan data yang sudah tersedia.

Misalnya pengguna memiliki data pendapatan dan biaya.

Pengguna dapat membuat perhitungan laba:

Laba = Pendapatan − Biaya

Calculated field berguna ketika informasi yang dibutuhkan belum tersedia secara langsung dalam sumber data.

Tableau dan Parameter

Parameter memungkinkan pengguna membuat input yang dapat digunakan untuk mengubah analisis atau tampilan tertentu.

Misalnya pengguna dapat membuat pilihan untuk menentukan tahun yang ingin dianalisis.

Dengan demikian, dashboard dapat menjadi lebih dinamis.

Tableau dan Data Aggregation

Tableau dapat melakukan agregasi atau pengelompokan data.

Misalnya terdapat ribuan transaksi.

Daripada menampilkan seluruh transaksi satu per satu, Tableau dapat menghitung:

  • total transaksi
  • rata-rata transaksi
  • nilai minimum
  • nilai maksimum
  • jumlah data

Hal ini membuat data yang sangat banyak dapat diringkas menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.

Tableau dan Statistik Dasar

Tableau bukan hanya digunakan untuk membuat grafik. Beberapa analisis statistik juga dapat dilakukan.

Contohnya:

  • rata-rata
  • median
  • minimum
  • maksimum
  • persentase
  • pertumbuhan
  • distribusi
  • korelasi tertentu melalui visualisasi
  • tren

Namun, untuk analisis statistik yang sangat kompleks, pengguna mungkin membutuhkan perangkat lunak statistik khusus.

Kelebihan Tableau

Tableau memiliki beberapa kelebihan.

1. Visualisasi mudah dipahami

Data yang kompleks dapat disajikan dalam bentuk visual sehingga lebih mudah dipahami.

2. Antarmuka relatif mudah digunakan

Tableau menggunakan konsep drag and drop sehingga pengguna tidak harus menulis kode untuk membuat visualisasi dasar.

3. Mendukung banyak sumber data

Tableau dapat digunakan dengan berbagai sumber data.

4. Dashboard interaktif

Pengguna dapat membuat dashboard yang dapat difilter dan dieksplorasi.

5. Cocok untuk data dalam jumlah besar

Tableau dapat digunakan untuk membantu menganalisis data yang jumlahnya cukup besar.

6. Banyak jenis visualisasi

Pengguna dapat memilih berbagai jenis grafik sesuai kebutuhan.

7. Dapat digunakan dalam berbagai bidang

Tableau tidak terbatas pada satu bidang. Perangkat ini dapat digunakan dalam penelitian, bisnis, keuangan, pendidikan, pemasaran, dan bidang lainnya.

Kekurangan Tableau

Meskipun memiliki banyak kelebihan, Tableau juga memiliki beberapa keterbatasan.

1. Fitur lanjutan membutuhkan pembelajaran

Meskipun visualisasi dasar relatif mudah, fitur yang lebih kompleks membutuhkan pemahaman lebih lanjut.

2. Beberapa fitur bersifat berbayar

Tidak semua kemampuan Tableau tersedia secara gratis.

3. Tetap membutuhkan pemahaman data

Tableau tidak dapat menggantikan kemampuan pengguna dalam memahami data.

Jika data yang dimasukkan salah, visualisasi yang dihasilkan juga dapat menyesatkan.

4. Visualisasi yang terlalu banyak dapat membingungkan

Dashboard yang penuh dengan grafik belum tentu lebih baik.

Pengguna harus memilih visualisasi yang benar-benar diperlukan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Tableau

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

1. Menggunakan grafik yang tidak sesuai

Misalnya menggunakan pie chart untuk terlalu banyak kategori.

2. Memasukkan terlalu banyak informasi

Dashboard yang terlalu penuh dapat membuat pembaca kesulitan memahami informasi utama.

3. Tidak memeriksa kualitas data

Data yang salah dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.

4. Tidak memberikan judul yang jelas

Setiap visualisasi sebaiknya memiliki judul yang menjelaskan informasi yang ditampilkan.

5. Hanya membuat grafik tanpa interpretasi

Dalam penelitian, grafik harus dijelaskan agar pembaca memahami informasi yang terkandung di dalamnya.

6. Menggunakan visualisasi hanya untuk mempercantik laporan

Visualisasi seharusnya digunakan untuk membantu analisis, bukan sekadar membuat laporan terlihat menarik.

Prinsip Membuat Dashboard yang Baik

Dashboard yang baik seharusnya sederhana, informatif, dan mudah digunakan.

Beberapa prinsip yang dapat diterapkan:

  1. Tentukan tujuan dashboard.
  2. Gunakan data yang relevan.
  3. Tampilkan informasi yang paling penting.
  4. Gunakan grafik yang sesuai dengan jenis data.
  5. Hindari terlalu banyak visualisasi.
  6. Gunakan judul yang jelas.
  7. Atur tata letak dengan rapi.
  8. Gunakan filter jika memang diperlukan.
  9. Pastikan angka mudah dibaca.
  10. Berikan keterangan apabila terdapat istilah atau indikator yang membutuhkan penjelasan.

Tableau dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Tableau lebih sering dikaitkan dengan data kuantitatif karena banyak digunakan untuk angka, tetapi penggunaannya tidak terbatas pada data numerik.

Dalam penelitian kuantitatif, Tableau dapat digunakan untuk memvisualisasikan:

  • hasil survei
  • data keuangan
  • data demografi
  • data transaksi
  • data perkembangan tahunan

Sementara itu, dalam penelitian yang memiliki data kategorikal, Tableau juga dapat digunakan untuk melihat frekuensi atau distribusi kategori.

Untuk analisis kualitatif yang membutuhkan proses pengkodean wawancara secara mendalam, perangkat lunak seperti ATLAS.ti lebih sesuai.

Perbedaan Tableau dengan LISREL

LISREL dan Tableau sama-sama dapat digunakan dalam penelitian, tetapi tujuan utamanya berbeda.

LISREL lebih banyak digunakan untuk analisis statistik lanjutan, terutama structural equation modeling atau SEM.

Tableau lebih berfokus pada eksplorasi dan visualisasi data.

Jadi, jika peneliti ingin menguji hubungan antarvariabel menggunakan model statistik tertentu, LISREL dapat digunakan.

Jika peneliti ingin menyajikan perkembangan data dalam grafik dan dashboard interaktif, Tableau lebih sesuai.

Perbedaan Tableau dengan VOSviewer

VOSviewer digunakan terutama untuk analisis bibliometrik dan pemetaan literatur ilmiah.

Misalnya untuk mengetahui:

  • perkembangan topik penelitian
  • hubungan antarkata kunci
  • jaringan penulis
  • hubungan antarpublikasi

Sementara itu, Tableau digunakan untuk visualisasi dan eksplorasi berbagai jenis data.

Dengan kata lain, VOSviewer memiliki fokus yang lebih khusus pada analisis bibliometrik, sedangkan Tableau memiliki cakupan visualisasi data yang lebih luas.

Perbedaan Tableau dengan ATLAS.ti

ATLAS.ti digunakan untuk membantu analisis data kualitatif, seperti wawancara, dokumen, transkrip, dan teks.

Tableau lebih banyak digunakan untuk mengolah dan memvisualisasikan data terstruktur.

Misalnya, jika peneliti memiliki 30 transkrip wawancara dan ingin mengelompokkan tema berdasarkan hasil wawancara, ATLAS.ti dapat digunakan.

Jika peneliti memiliki data jumlah responden, pendapatan, usia, transaksi, atau data numerik lainnya, Tableau dapat digunakan untuk membuat visualisasi.

Tableau untuk Mahasiswa

Tableau dapat membantu mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik.

Contohnya:

  • membuat visualisasi hasil penelitian
  • menganalisis data skripsi
  • membuat dashboard penelitian
  • menyajikan data dalam presentasi
  • menganalisis data keuangan
  • membuat laporan berbasis data
  • memvisualisasikan hasil survei

Mahasiswa juga dapat menggunakan Tableau sebagai keterampilan tambahan karena kemampuan mengolah dan menyajikan data menjadi semakin penting dalam berbagai bidang pekerjaan.

Tableau untuk Mahasiswa Perbankan Syariah

Bagi mahasiswa Perbankan Syariah, Tableau dapat digunakan untuk mengolah data yang berkaitan dengan:

  • perkembangan aset bank syariah
  • pembiayaan
  • dana pihak ketiga
  • jumlah nasabah
  • laba bersih
  • rasio keuangan
  • perkembangan saham bank syariah
  • perbandingan kinerja bank syariah
  • perkembangan akad pembiayaan
  • data ekonomi dan keuangan syariah

Contohnya, mahasiswa dapat membuat dashboard yang menampilkan perkembangan pembiayaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah selama lima tahun.

Dashboard tersebut dapat digunakan sebagai media untuk membantu pembaca memahami perubahan data secara visual.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Tableau?

Tableau cocok digunakan ketika:

  • data yang dimiliki cukup banyak
  • membutuhkan visualisasi data
  • ingin menemukan pola dalam data
  • ingin membandingkan beberapa kategori
  • ingin melihat tren
  • membutuhkan dashboard interaktif
  • ingin menyajikan laporan berbasis data
  • ingin membuat data lebih mudah dipahami

Tableau kurang tepat jika tujuan utama analisis adalah melakukan pengujian statistik yang sangat kompleks atau pengkodean data kualitatif secara mendalam.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menggunakan Tableau

Sebelum mulai menggunakan Tableau, beberapa hal perlu dipersiapkan.

Pertama, tentukan tujuan analisis.

Kedua, siapkan data yang relevan.

Ketiga, pastikan data sudah bersih dan memiliki struktur yang jelas.

Keempat, pahami jenis variabel yang digunakan.

Kelima, tentukan bentuk visualisasi yang sesuai.

Keenam, tentukan informasi utama yang ingin ditampilkan dalam dashboard.

Ketujuh, siapkan interpretasi terhadap hasil visualisasi.

Tips Belajar Tableau untuk Pemula

Pemula tidak harus langsung mempelajari seluruh fitur Tableau.

Pembelajaran dapat dilakukan secara bertahap.

Mulailah dengan memahami cara memasukkan data.

Setelah itu, pelajari cara membuat bar chart dan line chart.

Kemudian pelajari filter dan dashboard.

Setelah memahami dasar tersebut, pengguna dapat mempelajari calculated field, parameter, dan fitur analisis lainnya.

Latihan menggunakan data sederhana juga sangat membantu.

Misalnya menggunakan data penjualan lima tahun atau data keuangan bank.

Setelah terbiasa, pengguna dapat menggunakan dataset yang lebih besar dan kompleks.

Kesimpulan

Tableau merupakan perangkat lunak untuk mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data dalam bentuk grafik, diagram, peta, serta dashboard interaktif. Tableau membantu pengguna mengubah data yang kompleks menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.

Penggunaannya mencakup berbagai bidang, mulai dari bisnis, keuangan, perbankan, pendidikan, pemasaran, pemerintahan, hingga penelitian.

Dalam penelitian, Tableau dapat digunakan untuk membantu menyajikan data dan menemukan pola, tren, perbandingan, serta hubungan yang terdapat dalam data. Dalam bidang Perbankan Syariah, Tableau dapat diterapkan untuk menganalisis perkembangan pembiayaan, aset, dana pihak ketiga, jumlah nasabah, laba, rasio keuangan, dan berbagai indikator lainnya.

Meskipun Tableau memiliki banyak fitur visualisasi dan analisis, kualitas hasil yang diperoleh tetap bergantung pada kualitas data dan kemampuan pengguna dalam memahami data. Oleh karena itu, penggunaan Tableau sebaiknya tidak hanya berfokus pada membuat grafik yang menarik, tetapi juga pada ketepatan data, pemilihan visualisasi, dan kemampuan menginterpretasikan hasil analisis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Menu View di Microsoft Word

Tgs Inf lnf Lanjutan RUANG LINGKUP INFORMATIKA tgs tgl 28 Mei 2021 (Zahra Nur Rahmawati 8F/30)

Tugas Prakarya KOMODITAS SATWA HARAPAN 27 Maret 2021 (Zahra Nur Rahmawati/8F/30)